Assalamu alaikum''wr'wb segala puji kita haturkan pada robb semesta alam, shalwat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada nabi muhammad'SAW yang telah membingbing umatnya kejalan yang benar, sebelumnya kami mohon ma'af apa bila blog ini masih ada kekurangan yang kami buat/tulis ,maka barang siapa yng sengaja /tidak sengaja melirik blog kami kiranya kami sangat membutuhkan kritikan dan saran dari saudara'',di ahiri kata dengan tema, KEDEWASA'AN DALAM BER ORGANISASI.
Senin, 27 Februari 2012
Rabu, 22 Februari 2012
Senin, 20 Februari 2012
Kamis, 16 Februari 2012
Minggu, 05 Februari 2012
haul ke 2 gusdur
Setelah Sukses menyelenggarakan Haul Pertama Almaghfurlah KH.Abdurahman Wahid Setahun silam,Gp Ansor PCINU Arab Saudi kembali menggelar Haul Gus Dur kedua yang diselenggarakan kemaren hari Jumat Tanggal 13 Januari 2012 dilantai 4 ruang ICMI gedung TPQ Annasyiriyah Jeddah Arab Saudi.Acara dimulai setelah Maghrib dengan Hataman Al Quran 30 Juzz Binnadhor yang dipimpin oleh Sahabat Khaerul Huda Al Hafidz dan ditutup dengan doa KhotmilQuran oleh Rais Syuriah PCINU KH.Mahfudz Mas'ud Lc.Disambung berurutan Solat Isya berjamaah,pembacaan Tahlil dan Tabarauk Surat Yasin yang dipimpin oleh KH.Firdaus Abdul Manan selaku Ketua Pengurus Masjid Indonesia Jeddah,kemudian pembacaan ayat suci Al Quran oleh Sahabat Nur Holis Asfan disempurnakan dengan pembacaan Solawat Nabi oleh Sahabat Khaerul Huda.
Sedikit berbeda dengan haul Gus Dur yang pertama,Haul kali ini Gp Ansor PCINU Arab Saudi sebagai panitia acara yang didukung penuh oleh PCINU dan Muslimat PCINU Arab Saudi sengaja mengundang fihak KJRI sebagai perwakilan pemerintah Republik Indonesia,elemen masyarakat Indonesia di Jeddah,perwakilan Parpol,LSM Buruh Migran Indonesia yang ada di Jiddah,Jamiyyah MTI,Himpunan Masyarakat Madura di Arab Saudi,Persatuan Masyarakat Indonesia di Saudi Arabia serta turut mengundang Kepala Sekolah beserta Dewan Guru Sekolah Indonesia Mekkah dan Dewan Guru TPQ Annasyiriyah.disamping itu pula Warga NU dan simpatisan Gus Dur.
Dalam sambutan panitia yang diwakili oleh Sahabat Mahfud Mustofa tampak terlihat kebahagian Panitia dengan hampir penuhnya ruangan ICMI oleh hadirin.Panitia berharap acara seperti ini berkesinambungan dan bersinergi antara Ormas yang ada diJeddah.Sambutan kedua dibawakan oleh Sahabat Nur Mustofa Kamal selaku Ketua GP.Ansor PCINU masa bakti 2010-2015,yang pada kesempatan tersebut menegaskan kembali pernyataan sikap Ketum Ansor Pusat bahwa GP.Ansor sebagai Penerus dan Pengemban Pemikiran Gus Dur mengutuk bentuk kekerasan Atas nama Agama yang kini ramai terjadi di Indonesia,Secara langsung Sahabat Nur Mustofa Kamal memohon kepada tokoh Madura dan sahabat Ansor asal Madura untuk berperan aktif dalam memelihara kerukunan dan perdamaian sesama anak bangsa yg berbeda pendapat dan berbeda keyakinan dengan alasan:Kekerasan dengan sebab apapun itu sangat bertentangan dengan Spirit of Gus Dur.Hal ini menyikapi kejadian kekerasan yang terjadi di salah satu daerah di Madura.
Di karenakan Ir.Ahmad Fuad sedang berada di Indonesia sambutan PCINU diwakili oleh KH.Imron Mashudi yang pada kesempatan tersebut mengulas sejarah keberadaan PCINU Arab Saudi tak lepas atas jasa Gus Dur,dikemudian hari pembentukan cabang istimewa NU Arab Saudi ini mengilhami pembentukan cabang istimewa NU diberbagai penjuru dunia.Adapun pembentukan Gp.Ansor Arab Saudi Dua tahun silam yang disaksikan dan dilakukan oleh Pengurus PCINU Arab Saudi menjadikan GP.Ansor Arab Saudi sebagai Banom NU kepemudaan yang ada di luar negri,tak lain untuk menampilkan Islam ala Indonesia yang moderat dan Rahmatan lil Aalamin.
Dalam mauidhoh hasanahnya, Rais Syuriyah PCINU KH Mahfudz Mas'ud memberikan makna atas tema haul ke-2 Gus Dur, yaitu meneruskan perjuangan Gus Dur dalam membina umat harus benar-benar dilaksanakan karena Gus Dur adalah sosok manusia yang sangat menghindari konflik, contohnya kasus perbedaan keyakinan. Gus Dur selalu mengambil jalan toleransi yang damai.Beliau menutupnya dengan doa bersama.
Rais Syuriah PCINU Arab Saudi KH.Mahfudz Mas'ud saat memberikan Mauidhoh Hasanah
Panitia Haul Gus Dur memberikan sambutan
Sambutan PCINU KH.Imron Mashudi
Hadirin
Hadirin
Ibu Muslimat beserta dewan guru TPQ Annasyiriyah hadir dalam acara Haul Gus Dur
Ibu Muslimat beserta dewan guru TPQ Annasyiriyah hadir dalam acara Haul Gus Dur
Dokumentasi Muulid Nabi SAW setahun yang lalu
Sabtu, 04 Februari 2012
sejarah berdirinya Ansor
Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan. Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.
Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.
Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).
Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besa” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor).
Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU. Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.
Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna). Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.
Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe.
Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor).
GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa. Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.
Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalm setiap pergantian kepemimpinan nasional.
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
























